Selasa, 14 Mei 2013

MAKALAH SEJARAH ISLAM DI ASIA SELATAN



 
PENETRASI BANGSA BARAT DI INDIA
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
        Banyak alasan yang menyebabkan bangsa barat melakukan penetrasi ke negara-negara di Asia terutama di India. Maraknya perdagangan dunia yang banyak memberikan  keuntungan dan adanya semacam  kompetisi kekuatan antara negara-negara dari bangsa barat merupakan salah satu dari sekian banyak alasan bangsa barat melakukan  kolonisasi dan penetrasi ke negara-negara di Asia salah satunya di India. Selain itu, yang melatar belakangi bangsa barat melakukan penetrasi adalah karena adanya tugas “mulia” yang dianugerahkan kepada mereka sebagai suatu bangsa yang maju dan terdepan di dunia untuk  membuat negara-negara yang tertinggal menjadi lebih baik lagi. Banyak negara-negara di Asia yang berhasil mereka kuasai. India pun tidak luput dari sasaran kolonialisasi bangsa Barat.

B.  Rumusan Masalah
1.      Apa yang melatarbelakangi bangsa barat melakukan penetrasi ke India?
2.      Bagaimana usaha yang dilakukan bangsa India untuk menghadapi penjajahan tersebut?
3.      Dampak penetrasi barat terhadap masyarakat India?













BAB II
PEMBAHASAN

A.    Latar Belakang Penetrasi Bangsa Barat Terhadap India
Bangsa Eropa yang pertama kali menyerbu Asia adalah bangsa Portugis. Aslasan mereka menyerbu dan menguasai Asia adalah mereka ingin merebut perdagangan dan pangkalan perniagaan Islam serta menyebarkan agama mereka, yaitu Nasrani. Tahun 1498, Vasco da Gama, seorang pelayar dari Portugis tiba di Kalikut, suatu tempat yang berada di pantai barat daya India.
Dalam tahun 1500 angkatan laut Portugis di bawah pimpinan Cabral tiba pula di Kalikut dan mendirikan bandar dan benteng di sana. Penggantinya, Alfonso d’ Albuquerque, pada tahun 1510 menyerang dan merebut Goa dan Malaka (1511). Kemudian mereka memasuki Indonesia sampai di Maluku. Kesebelah barat ia mencoba merebut Aden, tetapi gagal. Tempat-tempat yang diduduki orang Portugis di daratan India tidaklah banyak. Yang lebih penting bagi mereka ialah pulau Sailan.[1]
Selain portugis bangsa-bangsa eropa lain seperi inggris, belanda, dan perancis, juga mengikuti jejak orang-orang portugis dan muncul di India. Namun lama-kelamaan kedudukan portugis di India semakin melemah. Hal ini di karenakan perbuatan mereka yang kurang jujur dan para pegawai Portugis yang memeras rakyatnya. Orang-orang Portugis dapat di usir oleh penjajah lain, yakni Belanda dan  Inggris. Benteng-benteng kecil daratan India mulanya jatuh ke tangan belanda, namun tidak lama kemudian berhasil direbut oleh Inggris. Dan Inggris memusatkan tenaga mereka di India.
Inggris pertama kali memasuki India pada tahun 1612 di Surat. Masuknya Inggris ke India dikarenakan oleh suatu faktayang di buat oleh Ratu Elizabeth I yang berisi ialah membentuk suatu East India Company untuk melakukan perdagangan antara India dan Inggris. Namun Inggris harus bersaing dengan French East India Company yang juga melakukan hubungan dagang dengan India.
Demi mencapai perluasan daerah perdagangan, Perancis pun akhirnya dikalahkan oleh tentara Inggris yang dipimpin oleh Robert Clive di India bagian Selatan. Awal mula imperialisme Inggris di India ditandai dengan kemenangan Inggris atas Nawab of Bengal pada pertempuran Plassey tanggal 23 Juni 1757 menghancurkan pasukan Nawab Surajuddaula dan Perang Buxor (Oktober 1764) mengalahkan aliansi Nawab Mir Qasim dengan Sultan Shah Alam dari Mughal. Sebagai hasilnya, EIC memeperoleh hak diwani, yaitu hak untuk mengumpulkan penghasilan atas tiga wilayah, Benggala, Bihar dan Orissa. Kemenangan Inggris inilah yang menjadi katalis bagi pergeseran kepentingan Inggris di India dari menggunakannya sebagai daerah perdagangan menjadi daerah teritorial Inggris. Selain itu, kemenangan ini pulalah yang mengukuhkan kekuasaan East India Company sebagai “The Greatest European Trader In India”.
Pengganti Clive, Warren Hastings (1772-1785), dianggap sebagai tokoh yang berjasa dalam pembentukan sejarah British India (India yang dikuasai oleh Inggris). Hal ini karena pada masa itu disusun struktur pemerintahan kolonialis Inggris, dengan Warren Hastings sebagai Gubernur Jendral yang pertama. Juga dibentuk a Board of Control, sebuah badan yang bertugas mengawasi pemerintahan EIC di Indonesia.[2] Hastings juga mendapat hak istimewa untuk mengambil segala tindakan yang dirasanya perlu.
Selama pemerintahannya, Hastings berusaha sekuat tenaga dan dengan segala macam kekerasan untuk meluaskan wilayah kekuasaan Inggris di India. Menjalarkan kekuasaan Inggris di India itu tidak mendapat banyak rintangan, karena seluruh India dikala itu sedang dalam perpecahan. Akan tetapi pengluasan kekuasaan Inggris itu tidak berjalan selancar yang diharapkannya. Di daerah selatan kerajaan Mysore itu yang Sahib. Pada mulanya kerjaan Mysore mendapat kemenangan-kemenangan, tetapi akhirnya Mysore dapat dikalahkan. Setelah Tippu gugur (1799), maka berakhirlah perlawanan bangsa Mysore dan leluasalah bangsa  Inggris merajalela di India. Pada  permulaan abad ke-19 hampir seluruh India ada dibawah kekuasaanya. [3]
Peta politik india mengalami perubahan besar ketika Lord Wellesley (1798-1805) menjadi Gubernur Jendral EIC di India. Dengan mencanangkan kebijakan Subsidiarry Alliances (Raja-raja India yang bersekutu dengan Inggris, membayar upeti dan mengusir perwira-perwira Eropa selain Inggris),Wellesley berhasil menjadikan EIC sebagai kekuatan politik terbesar di India karena menguasai Bengala, Bihar, Orissa, Mysore, Oudh dan sebagian Maratha. Tetapi kekuasaan kolonial Inggris benar-benar kokoh di anak Benua India semenjak pertengahan abad ke-19, setelah berhasil menganeksasi Punjab dan mengalahkan Kerajaan Sikh. K. M. Panikkar (1948: 260) menyebutkan angka tahun 1848 sebagai tahun dipersatukannya seluruh kawasan anak Benua India oleh Inggris.[4]
Kekuasaan Inggris benar-benar kokoh pada pertengahan abad ke-19 setelah menaklukkan kerajaan-kerajaan pribumi India selama sekitar satu abad. Hal itu dilakukan Inggris dengan menggunakan metode divide et impera atau divide and rule (memecah belah lalu menguasainya).
B.       Usaha India menghadapi Bangsa Barat
Dalam masa antara tahun 1775 sampai 1852,  Gubernur-gubernur jenderal Inggris menghadapi bermacam-macam kesulitan , diantaranya harus beberapa kali berperang guna meluaskan kekuasaanya. Peperangan-peperangan yang dilakukannya itu, antara lain ialah perang Maratha, Perang Birma, Perang Afghanistan dn perang Sikh. Karena itu Inggris terpaksa memelihara BalaTentara yang besar.[5] Biaya dari keseluruhan perang tersebut dibiayai dari hasil pembayaran pajak di India. Pemerintah Inggris juga memperlakukan penduduk secara semena-mena, baik yang beragama Islam maupun Hindu. Orang India yang menjadi tentara Inggris, misalnya, harus menggunakan peluru yang dibuka dengan mulut sementara kepala atau ujung peluru tersebut mengandung lemak sapi dan babi. Orang Islam dan Hindu sangat tersinggung karena hal ini bertentangan dengan ajaran agama.[6] Hal ini menyebabkan kebencian  masyarakat India terhadap bangsa Inggris semakin kuat sehingga menimbulkan berbagai pemberontakan yang hampir meruntuhkan Inggris di India, yaitu pemberontakan Prajurit India (The Indian Multiny).
Pemberontakan Prajurit India tersebut terjadi dari tahun 1857-1859 dipimpin oleh Bahadur Syah raja Moghul di Delhi dan diikuti oleh rakyat India. Namun pada akhirnya pemberontakan ini dapat diatasi oleh pasukan Inggris.

Bagi bangsa India Kebangkitan nasional bukanlah semata-mata bersifat politik, tetapi juga usaha pembaharuan manusianya.
Diantara putera India, yang pertama-tama mulai sekedar akan keruntuhan bangsanya, ialah Ram Mohan Roy. Pada tahun 1828 ia mendirikan suatu gerakan yang dinamakan Brahma Samaj. Ram Mohan Roy bertujuan hendak membersihkan kepercayaan bangsa Hindu dari hal-hal yang mengeruhkan agama. Ia berusaha keras untuk memberantas keburukan yang terdapat dalam agama dan masyarakat India, seperti: kebiasaan ikut mati jika suaminya meninggal, adanya pembagian masyarakat menjadi  4 kasta, kebiasaan mengawinkan anak-anak yang masih dibawah umur dan lain sebagainya.[7]
Tahun 1885 didirikanlah Indian National Congress(kemudian disebut kongres) dan All Indian Muslim Leagoe (selanjutnya disebut Liga Muslim) pada tahun 1906. Anggota kongres mula-mula terdiri dari golongan menengah, saudagar, pemimpin publik, dan pengacara. Namun, kaum tani, kaum buruh, termasuk didalamnya.
Sejak tahun 1898 orang-orang muslim banyak yang masuk di Kongres dan berjuang dengan golongan Hindu untuk menentang Inggris. Akan tetapi dalam perjalannya semakin sering didengar semboyan ”India unuk Hindu”, mereka juga bertindak keras dalam menuntuk cita-citanya dan  tidak memperhitungkan perasaan golongan muslim. Hal inilah yang menyulut kebencian golongan muslim. Persolusian itu semakin kuat, hal inilah yang mendorong anggota-anggota muslim untuk membentuk organisasi sendiri yang disebut dengan Liga Muslim dibawah pimpinan Muhammad Ali Jinnah dan Liquat Ali Khan.
Sementara itu ada dua perkembangan di tubuh Kongres yang membuat komunitas Muslim makin yakin untuk bersatu dalam sebuah badan politik yang terpisah. Pertama, munculnya aliran radikal di dalam Kongres yang dimotori oleh B.G Tilak dalam rangka menghidupkan kembali tradisi politik dan keagamaan Hindu (Maratha) yang bersifat militan, bahwa India untuk bangsa Hindu. Aliran radikal ini sangat dipengaruhi oleh pandangan gerakan pembaharuan Arya Samaj (Svami Dayananda Sarasvati) dan Ramakrishna (Svami Vivekananda) bahwa sistem-sistem di dunia barat lebih rendah dan berada di bawah sistem kerohanian Hindu. Kedua, penolakan kongres
(lagi-lag dimotori oleh Tilak) atas rencana  Viceroy Lord Curon (1898-1905) untuk membagi Benggaala menjadi dua propinsi dalam tahun 1095, yaitu: (1) Benggala Barat bagi penduduk yang beragama Hindu dan (2) Benggala Timur untuk yang sebagian besar beragama Islam.
Pembagian Benggala menjadi dua propinsi itu sebenarnya bertujuan agar kemajuan kaum muslim di benggala timur tidak terhalang oleh ketergantungan kepada Calcutta Hindu di benggala barat. Rencana ini sudah disetujui oleh kaum muslim. Tetapi kemudian dibatalkan berhubung adanya oposisi yang sangat kuat (dalam bentuk demonstrasi-demonstrasi) dari kaum hindu.kaum Hindu berkeyakinan bahwa pembagiaan benggala sama artinya dengan memecah belah tanah air India.
Kaum muslim kemudian mengambil tindakan untuk mempertahankan kepentingan-kepentingan mereka. Pertama, pada Oktober 1906 mereka mengirimkan delegasi kepada Viceroy Baru, Lord Minto, di Simla, dengan pimpinan Agha Khan. Mereka meminta penegasan pemerintah atas kepastian hak wilayah terpisah bagi kaum muslim. Hal ini belakangan dikabulkan seperti tersurat dalam Government of India Act pada tahun 1909. Kedua, pada Desember 1906 menyelenggarakan pertemuan di Dacca dengan pimpinan  Nawab Viqarul Mulk dan Nawab dari Dacca. Mereka berhasil mendirikan organisasi Liga Muslim. [8]  
C.    Dampak penetrasi barat terhadap masyarakat India
Dampak penjajahan Inggris atas masyarakat India dibedakan menjadi dua yaitu, negatif dan positif. Dampak Negatif disini adalah terjadinya diintegrasi masyarakat India (terutama muslim) hampir dalam seluruh aspek kehidupan politik, ekonomi, sosial, budaya, dan agama.[9]
Secara ringkas dapat ditunjukkan bahwa dalam bidang politik, masyarakat India tidak memiliki kemerdekaan dan martabat. Kekuatan dan kekuasaan politik mereka hancur. Dalam bidang ekonomi, seperti diungkap oleh Jawaharlah Nehru (1951: 274-285) terjadinya eksploitasi besar-besaran atas kekayaan India yang dibawa Inggris dan di Inggris telah membantu mempercepat timbulnya Revolusi Industri. Selanjutnya Industri rakyat India hancur dan bidang pertaniannya rusak, sehingga sering timbul wabah kelaparan. Selama satu abad antara 1800-1900, sekitar 12,5 juta rakyat India tewas menjadi korban wabah kelaparan.
Dalam bidang sosial-budaya, terdapat upaya Inggris untuk menjadikan orang-orang India berperadaban Barat (Inggris). Kemudian praktik-praktik diskriminasi antara ras, kelas sosial yang berbeda diberlakukan oleh Inggris.
Dalam bidang agama, meskipun kebijakan kolonial Inggris bersikap netral, tetapi lebih mementingkan agama Kristen, seperti nampak dari banyaknya misionaris Kristen yang beroperasi di India, antara lain yang berkedok menyelenggarakan lembaga pendidikan. Lalu Inggris terkadang ikut campur dalam soal agama, misalnya agam Hindu: melarang upacara sati (ikut terjunnya seorang istri dalam pembakaran jenazah suaminya), memperbolehkan janda menikah lagi, dan lain-lain.
Sementara dampak positif penjajahan Inggris tehadap rakyat India ialah berupa warisan Infrastruktur dan suprastruktur yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan oleh rakyat India sendiri, meliputi bidang pendidikan , administrasi-politik, sosial-politik, dan kebudayaan. Bidang pendidikan, institusi pendidikan Barat telah diberlakukan Inggris mulai dari tingkat dasar hingga Universitas.
Universitas yang pertama didirikan ialah Universitas Calcutta pada 1857 dan dalam jangka 30 tahun kemudian, empat Universitas baru didirikan, yakni di Bombay, Madras, Lahore dn Allahabad. Kendatipun pendidikan Barat lebih diminati oleh kelas menengah Hindu dibanding Muslim, pendidikan Barat ini mampu melahirkan golongan elite intelektual (kaum terpelajar) India yang belakangan memiliki kesadaran nasional atas realitas yang dihadapi bangsanya. Pentingnya pendidikan Barat bagi orang-orang India, bukan hanya untuk mengisi jabatan-jabatan administratif seperti pegawai ICS (Indi Civi Service/Pamong Praja India), melainkan mengilhami mereka (khusus kaum terpelajar) dengan ide-ide liberal seperti demokrasi, hak-hk asasi manusia, kebebasan dan juga nasionalisme.
Warisan bidang administrasi-politik Inggris di India adalah tatana peraturan dan hukum (Law and Order), sistem pemerintahan yang teratur dan rapi, adanya pemisah kekuasaan ekslusif-legislatif-yudikatif, dan demokrasi liberal yang masih dipegang teguh oleh pemerintah India (juga Pakistan, Bangladesh dan Srilangka) hingga sekarang. Warisan dalam bidang sosial-ekonomi, misalnya berupa jalan kereta api, saluran irigasi Sungai Indus dan Gangga, UU perburuhan, dan sebagainya. Dalam bidang budaya, misalnya adanya minat orang Inggris  untuk memajukan literatur dan budaya India, penerjemahan karya sastra seperti Mahabarata dan Ramayana.
Dalam tahun 1857 timbul pemberontakan kaum Sepoy (The great munity), yang oleh banyak pengamat disebut sebagai the first war of Indian Independence (perang kemerdekaan India yang pertama). Pemberontakan tersebut pecah sebagai reaksi atas kekecewaan, kecurigaan dn ketidakpuasan masyarakat Indiabaik Hindu maupun Muslim terhadapt Kolonialisme-Imperialisme Inggris dan dampak negatifnya. Namun menurut Rahat Nabi Khan dalam UNESCO 1984, pemberontakan tersebut merupakan  “usaha terakhir untuk melawan dengan kekuatan militer kemajuan kekuatan orang-orag Eropa, dalam membela kekuasaan kolonial EIC atas anak Benua India diambil alih oleh pemerintahan Kerajaan Inggris yang berpusat di London.[10]

BAB III
KESIMPULAN

             Jadi dapat disimpulkan bahwa  yang melatarbelakangi penetrasi bangsa Barat ialah maraknya perdagangan dunia yang banyak memberikan  keuntungan dan adanya semacam  kompetisi kekuatan antara negara-negara dari bangsa barat merupakan salah satu dari sekian banyak alasan bangsa barat melakukan  kolonsasi dan penetrasi ke negara-negara di Asia salah satunya di India.
  Lalu usaha yang dilakukan bangsa India untuk menghadapi penjajahan yaitu adanya pemberontakan Prajurit India (The Indian Multiny). Tahun 1885 didirikanlah Indian National Congress(kemudian disebut kongres) dan All Indian Muslim Leagoe (selanjutnya disebut Liga Muslim) pada tahun 1906.
Dampak penetrasi barat terhadap masyarakat India ialah dibedakan menjadi dua yaitu, negatif dan positif. Dampak Negatif disini adalah terjadinya diintegrasi masyarakat India (terutama muslim) hampir dalam seluruh aspek kehidupan politik, ekonomi, sosial, budaya, dan agama.

DAFTAR PUSTAKA
v  Sutrisno Kutojo,dkk. Sejarah dunia 1. (Jakarta: Widjaya Jakarta, 1968)
v  Suwarno.Dinamika Sejarah Asia Selatan (Yogyakarta: Penerbit Ombak,2012)
v  Badri Yatim, Ali Mufrodi, Syafi’, dkk.. Ensiklopedi Tematis Dunia Islam Khilafah. (Jakarta: PT. Ichtiar Baru Van Hoeve,)
v  Sutrisno Kutojo,dkk. Sejarah dunia 2. (Jakarta: Widjaya Jakarta, 1968)




[1] Sutrisno Kutojo,dkk. Sejarah dunia 1. (Jakarta: Widjaya Jakarta, 1968), hlm. 96.
[2] Suwarno.Dinamika Sejarah Asia Selatan (Yogyakarta: Penerbit Ombak,2012),hlm. 107.
[3] Kutojo. Sejarah, hlm.97
[4] Suwarno.Dinamika Sejarah Asia Selatan (Yogyakarta: Penerbit Ombak,2012),hlm. 107.
[5]Kutoyo. Sejarah Dunia 2, hlm.70.
[6] Badri Yatim, Ali Mufrodi, Syafi’, dkk.. Ensiklopedi Tematis Dunia Islam Khilafah. (Jakarta: PT. Ichtiar Baru Van Hoeve,), hlm.291.
[7] Ibid. Hlm 71.
[8] Suwarno.Dinamika Sejarah Asia Selatan (Yogyakarta: Penerbit Ombak,2012),hlm. 120-121.
[9] Ibid hlm.109
[10] Ibid hlm. 109-112

Rabu, 08 Mei 2013

 sejarah dunia tentang perang dingin
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Perang dingin terjadi sekitar tahun 1947-1991. Perang dingin terjadisetelah Perang Dunia II antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet. Dikatakan Perang Dingin sebab tidak menggunakan kekerasan fisik atau aksi militer secara langsung. Kedua negara tersebut mempunyai perbedaan ideologi, ekonomi dan militer. Kedua negara adikuasa itupun melakukan ekspansi ideologi ke negara-negara lain. Berbagai metode pun digunakan, baik dalam bentuk pemberian bantuan ekonomi, maupun kerja sama militer dan persenjataan. Dalam usaha untuk melancarkan ekspansi politis dan ideologis, pada tahun 1947, Amerika serikat mengeluarkan Marshall Plan yaitu sebuah traktat tentang bantuan ekonomi dalam rangka pemulihan perekonomian Eropa yang hancur akibat perang Dunia II. Selain Marshall Plan posisi luar negeri Amerika tercermin dalam Truman Doctrine yang merupakan sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Presiden Hary Truman pada tahun 1947 yang menyatakan kesediaan Amerika Serikat untuk memberikan bantuan bagi kekuatan anti komunis di Turki dan Yunani dalam menghadapi kekuatan komunisme Unisoviet. Pada 4 April 1949 North Atlantic Treaty Organization dibentuk dengan tujuan mendukung stabilitas politik dan keamanan di daerah Atlantik Utara. Pembentukan NATO memancing blok Timur untuk mendirikan Warsawa Pact atau Pakta Warsawa. Pakta tersebut dibentuk tanggal 14 Mei 1955 di kota Warsawa, Polandia. Di bawah kepemimpinan Unisoviet.

B.    Rumusan Masalah
1.    Apa latar belakang yang menyebabkan Perang Dingin?
2.    Apa saja faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya Perang Dingin?
3.    Bagaimana kronologi terjadinya Perang Dingin?
4.    Apa saja dampak setelah terjadinya Perang Dingin?

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Latar Belakang Terjadinya Perang Dingin
Perang dingin adalah sebutan bagi sebuah periode dimana terjadi konflik, ketegangan, dan kompetisi antara Amerika Serikat (beserta sekutunya adalah Blok Barat) dan Uni Soviet (beserta sekutunya disebut Blok Timur) yang terjadi tahun 1947-1991. Istilah “Perang Dingin” diperkenalkan pada tahun 1947 oleh Bernard Baruch dan Walter Lippman dari Amerika Serikat untuk menggambarkan hubungan yang terjadi diantara kedua negara adikuasa tersebut. Persaingan keduanya terjadi di berbagai bidang militer, ideologi, psikologi, industri, dan perkembangan teknologi dan perlombaan nuklir.
Setelah Amerika Serikat dan Uni Soviet bersekutu dan berhasil menghancurkan Jerman Nazi, kedua belah pihak berbeda pendapat tentang bagaimana cara yang tepat untuk membangun Eropa pasca perang. Selama beberapa dekade selanjutnya, persainagan di antara keduanya menyebar ke luar Eropa dan merambah ke seluruh dunia ketika Amerika membangun pertahanan terhadap komunisme dengan membentuk sejumlah aliansi dengan berbagai negara, terutama dengan negara di Eropa Barat, Timur Tengah dan Asia Tenggara.
Meskipun kedua negara adikuasa itu tak pernah bertempur secara langsung, namun konflik di antara keduanya secara tak langsung telah menyebabkan berbagai perang lokal seperti invasi soviet terhadap Hongaria dan Cekoslovakia.
Latar belakang terjadinya Perang Dingin antara lain munculnya Amerika Serikat sebagai negara pemenang perang di pihak Sekutu (Inggris, Prancis, dan Amerika). Amerika berperan besar dalam membantu negara-negara Eropa Barat untuk memperbaiki kehidupan perekonomiannya.
Di sisi lain, Rusia (Uni Soviet) muncul sebagai negara besar yang berperan membebaskan Eropa bagian Timur dari tangan Jerman dan membangun perekonomian negara-negara di Eropa Timur. Uni Soviet meluaskan pengaruhnya dengan menspomsori terjadinya perebutan kekuasaan di berbagai negara Eropa Timur seperti Bulgaria, Albania, Hongaria, Rumania, Polandia, dan Cekoslovakia sehingga negara-negara tersebut masuk dalam pemerintahan komunia Uni Soviet.
B.    Faktor-faktor Terjadinya Perang Dingin
Adapun faktor-faktor utama yang menyebabkan Perang Dingin antara lain :
1.    Penyebaran Ideologi
Amerika Serikat dan Uni Soviet sebagai pemenang Perang Dunia II memiliki paham yang berbeda, Amerika Serikat memiliki ideologi liberal-kapitalis sedangkan Uni Soviet berideologi komunis. Paham liberal-kapitalis (Amerika) yang mengagungkan kebebasan individu yang memungkinkan  kapitalisme berkembang dengan subur bertentangan dengan paham sosialis-komunis yang berkeyakinan bahwa paham itu dapat lebih mempercepat kesejahteraan buruh maupun rakyatnya karena negara-negara yang mengendalikan perusahaan akan memanfaatkan keuntungan untuk rakyat.
2.    Keinginan untuk Berkuasa
Amerika Serikat dan Uni Soviet mempunyai keinginan untuk menjadi penguasa di dunia dengan cara-cara yang baru. Amerika sebagai negara kreditor besar membantu negara-negara yang sedang berkembang berupa pinjaman modal untuk pembangunan dengan harapan bahwa rakyat yang makmur hidupnya dapat menjadi tempat pemasaran hasil industrinya dan dapat menjauhkan pengaruh sosialis-komunis. Masyarakat miskin merupakan lahan subur bagi paham sosialis komunis. Uni Soviet yang mulai kuat ekonominya juga tidak mau kalah membantu perjuangan nasional berupa bantuan senjata atau tenaga ahli. Hal ini dilakukan untuk mempengaruhi negara-negara tersebut.
3.    Berdirinya Pakta Pertahanan
Guna mengatasi berbagai perbedaan yang ada dan kepentingan untuk dapat berkuasa maka negara-negara Eropa Barat dan Amerika Serikat mendirikan pakta pertahanan yang dikenal dengan nama NATO (North Atlantic Treaty Organization) atau Pertahanan Atlantik Utara. Sementara untuk mengimbangi kekuatan NATO pada tahun 1955 Uni Soviet mendirikan Pakta pertahanan yaitu Pakta Warsawa. Anggotanya yaitu Uni Soviet, Albania, Bulgaria, Cekoslovakia, Jerman Timur, Hongaria, Polandia, dan Rumania.
C.    Berlangsungnya Perang Dingin
Dalam waktu singkat (1945-1948) Uni Soviet berhasil membentuk pemerintahan komunis di Bulgaria, Rumania, Hongaria, Polandia, dan Cekoslovakia. Oleh karena perkembangan pengaruh pengaruh Uni Soviet sangat cepat dan pertumbuhannya pesat, Amerika merasa perlu membendung berkembangnya gerakan komunis. Hingga akhirnya Amerika menyusun strategi politik Containment Policy yang bertujuan mencegah berkembangnya pengaruh suatu negara atau suatu sistem politik dari pihak lawan.
Strategi politik tersebut dikembangkan melalui pemberian bantuan ekonomi dan militer seperti Marshall Plan dan Truman Doctrine yaitu bantuan berupa keuangan, militer, dan penasihat militer kepada Yunani dan Turki guna menghadapi gerilyawan komunis. Uni Soviet menyaingi dengan membuat Molotov Plan dengan tujuan untuk menata kembali perekonomian negara-negara Timur dan badan kerjasama ekonomi Comicon (Comintern Economic).
Selama berlangsungnya Perang Dingin, situasi dan kondisi dunia diwarnai oleh kegiatan antara lain :
1.    Sistem Aliansi
Ketika Perang Dingin memuncak maka setiap negara yang bertentangan berusaha memperkuat dirinya dengan bergabung dalam satu aliansi. Bentuk aliansi yang dilakukan antara lain :
a.    Pembentukan Cominform (The Communist Information) pada 1947. 
b.    Pembentukan NATO (North Athlantic Traty Organization) pada tanggal 4 April 1949. Negara yang menjadi anggotanya yaitu Inggris, Irlandia, Islandia, Norwegia, Denmark, Belgia, Belanda, Luxemburg, Prancis, Portugal, Kanada, dan Amerika Serikat. Tujuannya untuk membendung komunis mulai dari Eropa Utara sampai Turki dan Yunani.
c.    Pembentukan Pakta Warsawa pada tahun 1955 dengan negara Jerman Timur, Cekoslovakia, Hongaria, Bulgaria, Polandia, Rumania, dan Albania. Pakta Warsawa merupakan kerja sama pertahanan dan keamanan negara-negara komunis.
d.    Pembentukan SEATO (South East Asia Treaty) pada tahun 1954. SEATO merupakan kerja sama pertahanan antara negara-negara Asia Tenggara dengan pihak Barat. Dengan anggotanya Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Filipina, Singapura, dan Selandia Baru.
2.    Kegiatan Spionase
Kegiatan Spionase (mata-mata) tercermin dari tindakan yang dilakukan kedua belah pihak yaitu antara KGB (Komitet Gusudarstvennoy Bezopasnasti) dan CIA (Central Intelligence Agency). KGB dan CIA selalu berusaha untuk memperoleh informasi rahasia mengenai segala hal yang menyangkut kedua belah pihak atau negara-negara yang berada di bawah pengaruh kedua belah pihak.
3.    Perlombaan teknologi persenjataan dan ruang angkasa
 Perang Dingin antara dua negara adidaya ditandai oleh perimbangan persenjataan nuklir dan personil militer. Sehingga kegiatan ini disebut sebagai politik Balance of Power. Unjuk kekuatan kedua negara adidaya tersebut diikuti perlombaan dalam bidang teknologi militer dan ruang angkasa dimana keduanya saling unjuk kecanggihan.
Perlombaan yang dilakukan adalah perlombaan senjata nuklir. Kedua blok membangun pusat-pusat tombol peluncuran senjata nuklir berbagai negara yang berada di bawah pengaruhnya. Untuk mengurangi meningkatnya perlombaan senjata nuklir maka PBB membentuk Atomic Energy Commissio yang bertujuan mencari jalan dan cara untuk menggembangkan penggunaan tenaga atom untuk maksud damai serta mencegah penggunaannya untuk tujuan perang. Pada akhir Desember 1946 komisi setuju untuk mengadakan pengawasan dan pengaturan ketat guna mencegah produksi senjata-senjata atom yang dilakukan secara diam-diam.
Akan tetapi Uni Soviet keberatan dan mengemukakan usul pengurangan senjata secara menyeluruh. Sementara Amerika tidak setuju, hingga akhirnya Uni Soviet memveto usul Amerika dalam sidang Dewan Keamanan. Pada 1949, Uni Soviet mengadakan uji coba peledakan bom atomnya yang pertama. Hal ini ditanggapi dengan pembuatan bom hidrogen oleh Amerika yang diuji pada November 1952, meskipun begitu Uni Soviet ternyata sudah dapat membuat sendiri. Hingga 1983, perbandingan kekuatan senjata nuklir Uni Soviet menunjukkan posisi yang unggul dibandingkan dengan kekuatan Amerika Serikat.
Sejak tahun 1970-an hubungan antarnegara dunia mulai membaik dan ketegangan dalam Perang Dingin mulai berkurang. Pengurangan ketegangan terhadap pihak yang bertikai disebut detente.
Perang Dingin akhirnya berakhir karena adanya tiga sebab utama. Pertama, sampai 1980, 11 % GNP Uni Soviet dibelanjakan untuk kepentingan militer. Uni Soviet mengalokasikan dana besar-besaran bagi negara yang berada di bawah kekuasaannya agar negara tersebut tidak lepas dari kendalinya. Kedua, pada 1980, harga minyak jatuh sehingga keadaan ekonomi Uni Soviet yang tidak stabil benar-benar berhenti. Padahal sebelumnya Uni Soviet sangat tergantung dengan ekspor minyaknya semntara sejak 1980 minyak tidak mampu membiayai Perang Dingin.
Secara resmi Uni Soviet dibubarkan pada 8 Desember 1991 ditandai dengan penurunan bendara Uni Soviet yang lain mulai muncul sebagai negara yang merdeka. Runtuhnya kekuatan Uni Soviet di Eropa Timur mengakhiri Perang Dingin.
D.    Dampak Perang Dingin
a.    Bidang Politik
Amerika Serikat berusaha menjadikan negara-negara yang sedang berkembang menjadi negara Demokrasi. Bagi negara-negara yang sebelumnya kalah seperti Jerman dan Jepang berkembang pula kapitalisme. Sedangkan Uni Soviet dengan paham sosialis-komunis mendengungkan pembangunan negara dengan Rencana Lima Tahun. Cara tersebut dilakukan dengan diktator bukan liberal.
b.    Bidang Ekonomi
Amerika memberikan pinjaman atau bantuan ekonomi kepada negara-negara yang sedang berkembang berupa Marshall Plan. Amerika juga memberikan bantuan Grants in Aid yaitu bantuan ekonomi dengan mengembalikan berupa dollar atau dengan membeli barang-barang Amerika Serikat. Bagi negara-negara di Asia Presiden Truman mengeluarkan “The Four Points Program for the Economic Development in Asia”.
Perang Dingin memunculkan adanya negara Super Power yang menguasai perekonomian dunia. Membuka usaha para pemilik modal sehingga pertumbuhan ekonomi di negara tersebut akan pesat.
c.    Bidang militer
Negara-negara barat membentuk NATO pada tahun 19489 yang awalnya bermarkas di Paris lalu di pindah ke Brussel. Di Asia Tenggara dibentuk SEATO pada tahun 1954. Sementara Uni Soviet membentuk Pakta Warsawa (1955). Dengan adanya senjata nuklir yang dikembangkan secara pesat oleh kedua negara, masyarakat dunia mengalami ketakutan yang luar biasa akan adanya kemungkinan perang nuklir yang sebenarnya oleh kedua negara yang bersengketa itu.  Saat itu memang sempat beredar rumr bahwa Uni Soviet sudah meletakkan nuklir-nuklirnya di Kuba dan diarahkan ke Amerika. Maka Amerika segera menandatangani terbentuknya NATO.
d.    Bidang ruang angkasa
Dengan adanya Perang Dingin maka kedua belah pihak berlomba-lomba untuk meluncurkan roket ke luar angkasa sehingga perlu mengetahui tentang tata surya. Dan berdampak perkembangan ilmu pegetahuan keruangangkasaan.
e.    Bidang sosial budaya
Menyebarnya isu-issu HAM mulai sedikit demi sedikit mengglobal. Secara langsung adanya undang-undang tentang HAM mulai diakui, karena itu rakyat menyetui peresmian HAM itu sendiri. Dengan adanya HAM, rakyat semakin percaya akan adanya demokrasi dan tidak ada lagi penindasan bagi kaum lemah.
f.    Teknologi
Pada masa Perang Dingin, sains dan teknologi yang terpaut dengan kegiatan militer mendapat sorotan yang lebih dari pemerintahan.












BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Perang dingin adalah sebutan bagi sebuah periode dimana terjadi konflik, ketegangan, dan kompetisi antara Amerika Serikat (beserta sekutunya adalah Blok Barat) dan Uni Soviet (beserta sekutunya disebut Blok Timur) yang terjadi tahun 1947-1991. Istilah “Perang Dingin” diperkenalkan pada tahun 1947 oleh Bernard Baruch dan Walter Lippman dari Amerika Serikat untuk menggambarkan hubungan yang terjadi diantara kedua negara adikuasa tersebut. Persaingan keduanya terjadi di berbagai bidang militer, ideologi, psikologi, industri, dan perkembangan teknologi dan perlombaan nuklir. Perang Dingin ini memberikan berbagai dampak dalam bidang ekonomi, politik, militer, ruang angkasa, sosial budaya, dan teknologi.

Daftar Pustaka
Astrid D. H dan Faisal A. Nadif. 2011. Sejarah Perang-perang Besar di Dunia. Yogyakarta : Familia.
Wahjudi Djaja. 2012. Sejarah Eropa Dari Eropa Kuno Hingga Eropa Modern. Yogyakarta : Penerbit Ombak.

Selasa, 07 Mei 2013


Militan Mali Bakar Perpustakaan di Timbuktu yang Sarat Naskah Kuno

            Perpustakaan di Timbuktu menyimpan sekitar 30 ribu manuskrip, kebanyakan dari koleksi pribadi keluarga, dan sebagian dari naskah masih bersampul kulit unta.
   Perpustakaan ini menyimpan ribuan manuskrip Islam kuno.
            Walikota Timbuktu Halley Ousmane menyatakan kelompok militan Islamis di Mali membakar sebuah perpustakaan yang menyimpan ribuan manuskrip Arab kuno, sewaktu mereka mundur dari kota itu pekan ini.
            Para penyidik tidak mengetahui persis sejauh mana kerusakan di Ahmed Baba Institute itu. Tetapi mereka khawatir banyak naskah yang tak ternilai harganya di sana hancur. Lembaga itu adalah satu dari beberapa perpustakaan di Timbuktu.
            Perpustakaan ini menyimpan sekitar 30 ribu manuskrip, kebanyakan diperoleh dari perpustakaan pribadi keluarga dari seantero Mali. Sebagian dari naskah yang rapuh itu bersampul kulit unta.
            Sebagian manuskrip ada yang berasal dari abad ke-13, masa ketika Timbuktu menjadi pusat perdagangan dan pusat ilmu pengetahuan Islam. Sebagian manuskrip, berisi topik beragam mulai dari sejarah hingga politik, belum dimasukkan katalog.
            Perpustakaan tersebut membuka gedung baru pada tahun 2009 dengan bantuan dana dari Afrika Selatan.
            UNESCO, badan kebudayaan PBB, mencantumkan Timbuktu sebagai situs Warisan Dunia berkat masjid-masjid dan tempat-tempat suci kunonya.
            Kelompok militan Islamis Ansar Dine juga menghancurkan sejumlah mausoleum kuno di Timbuktu, selama mereka berkuasa beberapa bulan di kota itu.

Kamis, 25 Oktober 2012

Sakit hati….
Menghantuiku distiap waktuku…
Qu tak pernah menyangka semua ini…
Mengapa harus aku…
Mengapa terjadi padaku…,
begitu cepat kisah ini berakhir…
Setelah semua kisah yg kita lalui bersama…
Tak pernahkah kau berfikir…
Bagaimana hatiku ini…
Apa salahku…
Apa kurangku…
Sehingga kau tega menghianatiku…
Hati ini betu betul terluka….
Ingin berrteriak betapa hancury hatiku…
Puaskah kau dengan semua ini…
Bahagiakah kau dengn ini…
Kau hencurkan hati hingga tak tersisa lagi….